Huta Parbuluan sebuah desa, ada warung kopi yang banyak pengunjung bapak2 (ama-ama) yang sedang menikmati kopi masing-masing. Kebetulan
ada seorang bapak2 yang berasal dari Jakarta ikut nimbrung minum kopi di warung kopi tsb.
Tiba-tiba Hempon bapak yang dari Jakarta bunyi, kebetulan pas waktu diangkat ternyata signal putus-putus, sehingga membuat bapak ini suaranya agak keras, dan akhirnya mati karena signal lemah/ hilang. Dengan kesalnya dia ngomong "Wahhhhhh Sinyal hilang berulang kali"
Tiba-tiba yang punya warung langsung datang dari dapur sambil menutup warungnya sehingga yang pada minum tidak bisa keluar sambil menggerutu.
Ini pasti sudah tidak beres lagi nich,.. kemarin Hempon hilang disini,.. sekarang Sinyal hilang lagi apa-apan ini sambil yang punya warung bertolak pinggal. Ini tidak bisa dibiarkan nanti akan berulang yang kehilangan.
Akhirnya pengunjung pada bertanya ada apa gerangan.
J : Apa yang terjadi pak koq tiba2 warung ditutup??
W : Nggak benar lagi nich. Pasti ada yang nggak beres di Warung ini, dua hari yang lalu, ada kehilangan Henpon di sini, sekarang sinyal hilang lagi...
Pasti ada yang tidak becus.....
J : Oh.. itu rupanya pak, kalo kayak gitu,... mari kita sama-sama mencari sinyal yang hilang itu biar kita tangkap pencurinya itu....
(hehehe . sama o'on nya ya ...)
VOICE MAIL
Sidiangkat desa tertinggal yang mempunyai putra sudah berhasil dan merantau ke Jakarta dan Medan
Untuk mempermudah komunikasi dengan anak-anaknya diberikan anaknya Henpon ke orangtuanya.
Kebetulan bapaknya ada perlu sehingga dia menelpon anaknya no1 di Jakarta dan no 2 di Medan.
Waktu ditelepon anaknya yang di Jakarta, terdengar suara wanita :Maaf, telephone yang anda hubungi sedang sibuk.
Kemudian dia menghubungi anaknya no2 yang di Medan kebetulan juga tidak bisa tersambung: Maaf,
telephone yang anda hubungi sedang sibuk.
Akhirnya bapak ini sangat kesal (keningnya berkerut). Tidak lama kemudian, anaknya yang dari Jakarta nelepon, dan langsung dijawab bapaknya tanpa basa basi.
"Koq sama suara perempuan yang menjawab Henpon kalian sama adekmu yang di Medan apa nggak ada lagi perempuan lain yang kalian pilih, suaranya sama namanya sama-sama Veronika??"
lanjut